Humas KKNMu — Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat resmi menetapkan Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sebagai lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026. Program pengabdian masyarakat ini akan berlangsung pada Februari 2026, yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
Kegiatan KKN akan disebar ke enam nagari di Kecamatan Baso, yaitu: Koto Tinggi, Padang Tarok, Tabek Panjang, Simarasok, Salo, Koto Baru.
Mahasiswa peserta KKN akan ditempatkan secara merata di seluruh jorong di keenam nagari tersebut, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap masyarakat setempat.
Pelaksanaan KKN ini diawali dengan kegiatan penjajakan oleh Badan Pelaksana (BP) KKN UM Sumatera Barat pada 6 November 2025. Dalam pertemuan tersebut, para wali nagari di Kecamatan Baso menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan KKN.
Salah seorang wali nagari menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa akan sangat membantu percepatan program pembangunan dan kegiatan sosial di nagari serta jorong.
“Kami sangat menyambut baik rencana KKN UM Sumatera Barat. Kehadiran mahasiswa di nagari kami bukan hanya membantu pelaksanaan program-program yang sudah direncanakan, tetapi juga membawa energi baru, ide segar, dan semangat kolaborasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Ketua BP KKN UM Sumatera Barat, An Dr. Eng. Ir. Masril, ST., M.T, menegaskan bahwa KKN ini dirancang bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga wujud nyata komitmen kampus dalam pengabdian kepada masyarakat.
“KKN tahun ini memiliki momentum istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan program yang memperkuat nilai-nilai sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat. Kami berterima kasih atas dukungan semua wali nagari dan berharap kolaborasi ini memberikan manfaat besar bagi nagari dan mahasiswa,” jelasnya.
UM Sumatera Barat menargetkan kegiatan KKN ini mampu menghasilkan program-program yang berkelanjutan, terutama di bidang pendidikan, sosial-keagamaan, lingkungan, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Dengan dukungan penuh pemerintah nagari, masyarakat, dan unsur kecamatan, pelaksanaan KKN 2026 diharapkan berlangsung sukses dan memberi dampak positif bagi seluruh pihak.