Humas KKN — Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat kembali melakukan peninjauan lokasi pelaksanaan KKN yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Februari hingga 9 Maret 2026. Peninjauan ini dilaksanakan pada 14–15 Januari 2026 di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.
Program KKN UM Sumatera Barat tahun 2026 akan disebar di delapan nagari di Kecamatan Baso, yakni Nagari Koto Tinggi, Koto Gadang, Cubadak, Padang Tarok, Tabek Panjang, Simarasok, Salo, dan Koto Baru, dengan total 30 jorong sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
Peninjauan lokasi ini merupakan kunjungan kedua yang dilaksanakan pada 14–15 Januari 2026, sebagai tindak lanjut dari agenda penjajakan awal yang sebelumnya telah dilakukan pada 6 November 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi, khususnya terkait ketersediaan tempat tinggal mahasiswa dan posko kegiatan KKN, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan optimal.
Pada kunjungan tersebut, para wali nagari turut menghadirkan para kepala jorong. Langkah ini bertujuan untuk membangun komunikasi langsung antara BP KKN dengan perangkat nagari, sekaligus mempermudah koordinasi dan persiapan teknis pelaksanaan KKN di masing-masing wilayah.
Tak hanya membahas kesiapan lokasi, kunjungan ini juga menjadi momentum awal perumusan program KKN berbasis kebutuhan riil nagari. Sejumlah nagari menyampaikan usulan program prioritas yang diharapkan dapat diakomodasi oleh mahasiswa KKN. Di antaranya, pengadaan Hydrant air untuk pengairan sawah tadah hujan, pengembangan desa wisata dan wisata kuliner, penyelenggaraan event wisata, penyediaan mesin pendukung bagi petani kopi, pendampingan penyusunan Perna, hingga penyusunan blueprint pembangunan nagari untuk 30 tahun ke depan.
Ketua BP KKN UM Sumatera Barat, Dr. Eng. Ir. Masril, ST., M.T., yang memimpin langsung kunjungan tersebut, menegaskan bahwa KKN UM Sumatera Barat tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk menghasilkan program berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat nagari.
“Melalui peninjauan ini, kami ingin memastikan bahwa program KKN benar-benar selaras dengan kebutuhan nagari, sehingga kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Dengan dilakukannya peninjauan ini, BP KKN UM Sumatera Barat optimistis pelaksanaan KKN 2026 di Kecamatan Baso dapat berjalan lancar serta menjadi wadah kolaborasi produktif antara perguruan tinggi dan masyarakat nagari.