Humas KKN UM Sumatera Barat – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menggelar pembekalan bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 10 Februari 2026 di CH. Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag kampus III UM Sumatera Barat - Bukittinggi dan diikuti oleh 13 dosen pembimbing lapangan.
Pembekalan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan akademik dan teknis para DPL dalam mendampingi mahasiswa yang akan diterjunkan ke tengah masyarakat. KKN UM Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada 24 Februari hingga 9 Maret 2026 di delapan nagari yang berada di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua BP KKN UM Sumatera Barat, Dr. Eng. Ir. Masril, S.T., M.T. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya peran DPL sebagai garda terdepan dalam membimbing mahasiswa agar mampu mengimplementasikan keilmuan secara aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat nagari.
“DPL bukan hanya pendamping administratif, tetapi juga mentor akademik dan sosial yang memastikan program kerja mahasiswa berjalan terarah, solutif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber dalam pembekalan tersebut, Mezia Kemala Sari, M.A selaku Koordinator DPL yang memaparkan teknis pendampingan dan mekanisme evaluasi lapangan. Sementara itu, Rifana Wahdi, M.Pd selaku Koordinator Program menjelaskan sinkronisasi program kerja mahasiswa dengan kebutuhan nagari. Adapun Feri Anggara, S.E selaku Koordinator Perlengkapan dan Akomodasi menyampaikan kesiapan logistik serta sistem koordinasi selama pelaksanaan KKN.
Sebanyak 13 DPL akan mendampingi 30 kelompok mahasiswa yang tersebar di 30 jorong pada delapan nagari di Kecamatan Baso. Pola distribusi ini dirancang untuk memastikan setiap kelompok memperoleh pendampingan intensif dan program kerja dapat dijalankan secara optimal.
Melalui pembekalan ini, UM Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam menghadirkan KKN yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjadi wahana pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal serta penguatan kompetensi mahasiswa.
Pelaksanaan KKN 2026 diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi dan keilmuan, sekaligus memperkuat peran UM Sumatera Barat sebagai kampus yang adaptif dan kontributif bagi kemajuan daerah.